Apa itu GateChain?
GateChain adalah blockchain publik yang didedikasikan untuk keamanan aset blockchain dan bursa terdesentralisasi. GateToken (GT) adalah mata uang native ekosistem GateChain dan merupakan token bursa unik dari Gate.io, bursa kripto yang menawarkan pengalaman trading dinamis berbiaya rendah dan transaksi yang cepat. GT dikembangkan untuk menyempurnakan ekosistem bursanya lebih jauh lagi dan menyediakan keuntungan tingkat tinggi kepada trader, seperti waktu pemrosesan hampir instan dan transaksi tanpa komisi.
Sejarah singkat GateChain
Dimulai oleh Gate.io, bursa mata uang kripto global yang berdiri pada 2013, GateChain adalah blockchain publik generasi selanjutnya, dengan fokus pada keamanan aset on-chain dan trading terdesentralisasi. GateChain didirikan pada 2016, dan ekosistemnya terdiri dari GateChain Mainneet, GateChain DEX, token GT, dan dompet. Semua ini kemudia diperkuat dengan keamanan dan efisiensi tingkat perusahaan untuk penyimpanan, penerbitan, dan jual-beli digital aset.
GT adalah token utilitas native dari GateChain dan secara resmi diluncurkan pada bulan Maret 2020 sebagai token bursa resmi Gate.io. GT adalah elemen penting di dalam ekosistem Gate.io, karena memberikan keuntungan kenaikan tingkat VIP, debit biaya trading, dan akses event eksklusif pada pengguna.
Pada tahap awalnya, GT didistribusikan kepada pembeli Gate.io Point sebagai hadiah. Gate.io Point adalah sistem berbasis poin yang bisa digunakan untuk mengurangi biaya trading. Pada saat itu, total suplai GT yang beredar adalah 1 miliar. Namun, 700 juta token ini telah di-burn, menyisakan 300 juta token GT sebagai suplai beredar maksimum saat ini, pada bulan Juni 2022. Kemudian, Gate.io inisiatif pembelian kembali dan burn telah menjadikan GT sebagai aset deflasi.
Gate.io meluncurkan GateChain Testnet 1.0 pada bulan September 2019. Testnet ini memberikan solusi segar terhadap masalah keamanan, seperti pencurian aset dan hilangnya kunci privat. Sejak saat itu, sudah ada beberapa peningkatan lebih lanjut pada GateChain, yaitu Testnet 2.0 dan Testnet 3.0 yang masing-masing diluncurkan pada Desember 2019 dan April 2020. Testnet terbaru, Testnet 4.0 adalah pembaruan mereka yang paling signifikan, dengan kemampuan untuk mengelola hingga 2.000 transaksi per detik (TPS) sambil mendukung ratusan node.
Cara kerja GateChain
Gatechain mendeskripsikan diri mereka sebagai blockchain publik generasi selanjutnya yang inovatif, berfokus pada keamanan aset on-chain dan bursa terdesentralisasi. Jaringan ini dirancang untuk mengelola transaksi yang kompleks sambil memberikan mekanisme kliring untuk mengatasi masalah pencurian, serangan, dan hilangnya kunci privat.
Fungsi GT serupa dengan Koin BNB milik Binance. Sama seperti Koin BNB yang berjalan di Binance Chain, GT berjalan di GateChain, dikembangkan oleh Gate.io.
Untuk apa GateChain digunakan?
Pengguna GT dan aset on-chain lainnya dapat mentransaksikan token mereka menggunakan dompet atau aplikasi sisi pengguna. GateChain membebankan biaya $0,0001 untuk setiap transaksi, yang sangat rendah dibandingkan dengan para pesaingnya, seperti Ethereum, Polygon, BSC, dan Avalanche. Selain itu, GateChain sekitar 200 kali lebih cepat daripada Ethereum dan mampu memproses 2.745 transaksi per detik (TPS).
GateChain memungkinkan trading yang dinamis dan terdesentralisasi antara berbagai mata uang kripto. Hal ini didukung oleh teknologi Vault Account dan rancangan model transaksi mereka, yang memberikan mekanisme kliring yang dijamin aman dan menyelesaikan masalah pencurian dan hilangnya kunci privat. Ini juga mendiking trading terdesentralisasi dan transfer cross-chain sambil terus memprioritaskan keamanan aset on-chain.
GT dibuat di mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) yang menjamin kekuatan jaringan blockchain yang mendasarinya.