Apa itu eCash?
Sebagai ‘mata uang kripto yang ditujukan untuk digunakan sebagai uang elektronik’, eCash (XEC) adalah versi Bitcoin Cash ABC (BCHA) yang telah mengalami restrukturisasi, dan BCHA adalah fork dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH).
Sejarah Singkat eCash
Amaury Sechet, pengembang utama Bitcoin Cash, melakukan fork atas blockchain tersebut untuk membangun Bitcoin Cash ABC pada 15 November 2020. Sechet kemudian memutuskan untuk mengubah nama Bitcoin Cash ABC menjadi eCash pada 1 Juli 2021 untuk membangun identitas merek yang baru dan mendampingi pengurangan posisi desimal token tersebut, dan ia berharap hal ini dapat membantu pengadopsian eCash.
Para pengembang XEC menginginkan mata uang yang dapat menawarkan kompatibilitas dengan sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan aksesibilitas ke Ethereum virtual machine (EVM). Para pengembang bertujuan untuk memenuhi 5 misi utama agar koin ini dapat berhasil: memastikan anonimitas transaksi dan sifat transaksi yang tidak dapat diubah; menerapkan biaya transaksi yang lebih rendah; memberlakukan transaksi yang aman secara global dengan penyelesaian kurang dari tiga detik; dan merancang infrastruktur koin sebagai barang publik yang didanai melalui kontrak sosialnya.
Cara Kerja eCash
Jaringan eCash yang memiliki beberapa lapisan mengombinasikan blockchain yang berfokus pada privasi dengan subchain EVM, memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (DApps) dan kontrak pintar dengan mudah. Salah satu pendekatan yang paling efektif bagi blockchain baru untuk memperoleh skalabilitas yang lebih besar adalah dengan memisahkan fungsionalitas kontrak pintar. Terutama, pemilihan EVM mengimplikasikan bahwa para pengembang Ethereum dapat bermigrasi atau memperluas DApps yang sudah ada ke jaringan eCash tanpa perlu memprogram ulang proyek mereka.
Di protokol eCash, siapa saja dapat membangun token kustom karena sistem ini menghapuskan persyaratan teknis normal. Untuk peningkatan keamanan, eCash menawarkan dompet native yang disebut Sighash. Menggunakan sistem ini, penggguna dapat memeriksa aset mereka, membeli, menjual, dan trading mata uang kripto. Ketika pengguna melakukan staking token XEC, mereka memperoleh reward dan lainnya; staking menyediakan tambahan keamanan untuk jaringan dan memberikan arus penghasilan pasif kepada pengguna.
Avalanche, algoritma konsensus baru, berada di dalam inti strategi eCash. Sistem proof of stake (PoS) yang unik ini memungkinkan pengguna reguler untuk berpartisipasi dalam proses validasi tanpa perlu membeli mining rigs yang mahal. Avalanche memiliki sangat banyak fitur yang kompleks, termasuk Adaptive Block Size yang dapat diskalakan hingga 1TB.
CashFusion Protocol adalah add-on pengelolaan privasi jaringan. Sistem ini menyediakan anonimitas tinggi yang dapat dibandingkan dengan kebanyakan koin privasi yang populer. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi privat. Namun, transaksi-transaksi ini jauh lebih mahal untuk dilacak daripada transaksi reguler.
Untuk apa eCash (XEC) digunakan?
Ada beberapa masalah yang ingin diringankan oleh eCash dalam industri ini. Salah satunya, protokol ini ingin mempermudah investor baru dengan menjadi sistem yang lebih mudah dimengerti. Misalnya, proyek seperti Bitcoin, yang memiliki format atipikal dan struktur teknis unik dapat membuat pemula kebingungan, memperkenalkan terminologi dan simbol baru yang semuanya berkontribusi sebagai halangan teknis dalam pengadopsian. Mengenali hal-hal tersebut sebagai penghalang, para investor eCash memilih untuk tetap dengan struktur dua desimal yang meniru mata uang fiat.
Sistem PoS eCash memungkinkan pengembang untuk membangun DApps dan kontrak pintar dengan mudah, dan membuat pengguna biasa dapat berpartisipasi dalam proses validasi tanpa membeli mining rigs yang mahal. Selain itu, sistem ini juga mengizinkan pengguna untuk melakukan transaksi privat.