Apa Itu EOS?
EOS adalah mata uang kripto yang mendukung platform EOSIO, blockchain yang dirancang sangat skalabel untuk kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (dApp). EOS mampu memproses jutaan transaksi per detik tanpa biaya transaksi. Alih-alih membayar biaya, jaringan ini justru memberikan kompensasi berupa token EOS baru kepada perusahaan yang ikut mengelolanya, suatu bentuk inflasi yang menggantikan kebutuhan akan biaya transaksi. Platform ini bertujuan menjadi blockchain yang paling kuat untuk pengembangan Dapp.
Sejarah Singkat EOS
EOS diluncurkan pada Juni 2018 oleh perusahaan Block.one, yang mengembangkan perangkat lunak sumber terbuka EOSIO yang digunakan di jaringan. Penawaran koin perdana (ICO) proyek ini, yang dimulai pada Juni 2017 dan berlangsung selama satu tahun, berhasil menggalang dana lebih dari $4 miliar, ICO terbesar hingga saat ini. EOS mendapat dukungan dari beberapa perusahaan investasi terkemuka, termasuk TaaS Fund, SVK Crypto, dan dana $325 juta yang dipimpin oleh Mike Novogratz yang disebut Galaxy Digital EOS VC. Janji utama EOSIO ialah mendukung ribuan dApp skala komersial tanpa masalah kinerja dengan menggunakan eksekusi paralel dan protokol komunikasi asinkron.
Cara Kerja EOS
Jaringan EOS tidak memakai paradigma penambangan Bitcoin konvensional, tetapi menggunakan model Delegated Proof-of-Stake (DPoS). Produsen blok, yang dipilih pemegang token, menghasilkan blok dan mendapat imbalan berupa token EOS baru yang dibuat untuk setiap blok yang mereka hasilkan. Jumlah token baru yang dibuat ditentukan berdasarkan nilai rata-rata dalam proposal kompensasi yang diusulkan semua produsen blok.
Mekanisme ini juga berkaitan dengan cara mengelola penyimpanan di jaringan. Semua pemegang token secara efektif membayar penyimpanan file di jaringan EOS melalui pengenaan inflasi tahunan. Selama mereka menyimpan file, token EOS mereka dapat dikenai tingkat inflasi ini. Sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga jika permintaan penyimpanan meningkat, produsen blok dapat meminta kompensasi lebih tinggi melalui inflasi, yang harus disetujui oleh pemegang token. Jika permintaan penyimpanan turun, inflasi juga akan turun. Token EOS dapat disimpan di berbagai dompet seperti Dompet Ethereum, MyEtherWallet, dan MetaMask.
EOS Digunakan untuk Apa?
EOS adalah pesaing langsung Ethereum, yang bertujuan menyediakan platform yang lebih besar, lebih cepat, dan lebih skalabel untuk dApp. Fitur utama kegunaannya mencakup toolkit web untuk pengembangan antarmuka, skema basis data yang sangat jelas, dan izin deklaratif. Fitur-fitur ini menyederhanakan pengembangan dan pemeliharaan aplikasi. EOS menyediakan kemampuan dasar bagi bisnis untuk membuat aplikasi blockchain dengan cara yang mirip membangun aplikasi web. Ethereum menangani sekitar 15 transaksi per detik (tps), sementara EOS dapat memproses ribuan tps, bahkan akan ditingkatkan hingga jutaan tps pada masa mendatang.